
Yaa ukhti...
Sesungguhnya ingin kupenjarakan dirimu dalam lubuk hatiku
Namun bibir ini tak mampu terbuka lebar tuk berkata
Hatiku berteriak, mendesak, bergolak dan terus berontak
Namun tetap saja adrenalinku tak sanggup menembus misterimu
Tak pernahkah terpikir olehmu apa yang ada dalam hatiku
Mungkinkah kau ragu akan segala sikapku yang membuatmu menunggu
Misteri yang amat sulit terjawab olehmu dan untukku
Bahkan waktu yang terus menertawakan aku
Mungkin aku hanyalah setetes air diantara gulungan ombak
Yang Selalu dan pasti kan mengikis karang karang cintamu
Walau ku tahu tuk mencapai hal itu, rindu dan haru
Akan terus menyelimuti waktuku yang terus berlalu
Apakah kau menunggu tiga kata itu
Kata kata yang amat diidamkan setiap insan yang sedang dimabuk cinta
Kata kata itu tak banyak berarti bagiku, walau bak berlian emas bagimu
Namun bagiku sikapku lebih dalam dan bermakna dari sekedar bualan kata kata indah
Sikap yang selalu kujaga dan kupelihara hanya untukmu
Untukmu yang selalu mengganggu ketenangan hatiku
Sang pemendam rindu
“Alung”
Minggu, 21 Maret 2010
Ya Ukhti...
Jumat, 19 Maret 2010
Selasa, 16 Februari 2010
TERLALU

“Boneka tunggal ika”
ehm…kayaknya ada yang salah dengan slogan di atas, tapi apa yach…???
Yaps! Harusnya Bhineka tunggal ika kan…!. Seratus buat ari! He3….
Beberapa hari yang lalu selepas shalat shubuh seperti biasa Q habiskan sebagian waktuQ mengikuti informasi di layer televisi. Setelah menyimak beberapa berita banjir yang melanda sebagian besar daerah di Indonesia kecuali malang (alhamdulillah…), kaget, terkejut bercampur kecewa dan prihatin melihat generasi muda bangsa ini yang tidak tahu semboyan negaranya sendiri. Ter la lu…!
Why????? Apa karena di sekolah sudah tidak diajarkan pendidikan kewarganegaraan? Atau memang nilai-nilai nasionalisme bangsa ini telah luntur dimakan perkembangan jaman? yang katanya serba hitech Cuy..!. Miris sekali rasanya, ditengah kondisi bangsa yang makin tidak karuan dengan maraknya kasus KKN, de el el…makin diperparah lagi dengan hilangnya nilai-nilai nasionalisme yang kian hari makin luntur dan tak terlihat lagi membekas di dada generasi muda kita. Nasionalisme berubah menjadi liberalisme yang kian digemari anak muda jaman sekarang dengan berbagai macam gaya dan ekspresi yang kadang malah kebablasan.
Lantas, dimana pendidikan kita????
Pendidikan seolah-olah hanya menjadi pelengkap saja, tanpa bisa mewarnai pemikiran dan tingkah laku anak muda masa kini. Pendidikan hanya mampu menyampaikan tanpa bisa melarang gaya pergaulan mereka.Pendidikan sekolah mulai tergusur dengan pendidikan televisi dan internet yang mampu mewarnai bahkan mempengaruhi gaya pergaulan mereka. Parahnya, pelaku bisnis televisi seakan tak mau tahu dan ambil pusing serta lepas tanggung jawab terhadap program-program yang mereka sajikan. Padahal jelas adanya jika televisi adalah konsumsi wajib bagi masyarakat kita. Lantas, jika program-program yang ada padanya ternyata malah menjadikan generasi kita menjauh dari budayanya sendiri, mau dibawa kemana nasib dan masa depan bangsa ini???
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang…! He3
So, mari kita cari jawabnya bersama-sama, ntar yang sudah dapat duluan beritahu aQ yach….! He3
Met berjuang sobat, semoga kita dapatkan jawabnya! Amien….!
Sabtu, 09 Januari 2010
Wajah dan Penampilan

Kata orang penampilan itu bisa menipu, wah gawat juga ya….he3…
Yaps, hal itu juga yang sering Q alami. Suatu hari Q pernah bertanya pada temenQ yang kebetulan menggeluti dunia Psikologi. Q bertanya bagaimana dia melihat aQ dari penampilan dan faceQ…..
Wew...!
Entah becanda ato g’...setelah melihat, menimbang dan memutuskan he3...lantas dia berkata “wajahmu itu menipu Ri’...”spontan Q kembali bertanya, “menipu gmna..??”
“Ya, tampilan wajahmu itu selalu menyimpan sejuta misteri, pokoknya menipu gt....”
Ehm....gawat juga ya...., jangan2 dah banyak orang diluar sana yang tertipu dengan wajahQ....termasuk anda tentunya...he3...
Dari sepenggal kejadian di atas, terlepas dari benar tidaknya omongan temanQ tadi, memang ada benarnya. Orang orang yang pernah mengenal aQ mungkin banyak yang tertipu dengan wajah dan penampilanQ Bahkan keluargaQ.
...( lho, kok pada takut gt ce...he3)
orang2 disekelilingQ seolah tidak percaya kalo aQ adalah seorang pembina pramuka. Mereka beranggapan bahwa yang namanya pembina pramuka itu harus tegas, seram, dll...
sementara wajah dan penampilanQ sama sekali tidak mencerminkan itu semua....(bakat terpendam he3..).
Saat pertama kali masuk dalam asrama kampus dan berkumpul bersama teman2 satu kamar, komentar pertama dari mereka ”mas, dah berapa tahun mondok? Sontak aQ kaget dan terperanjat...!” preeettt..! ”wah Q g pernah mondok, jawabQ kalem”. Eh mereka malah tambah g percaya....ya, sudah akhirnya Q jawab ” iya, Q mondok di rumah sendiri”...ha3 mereka lantas tertawa semua...
Selanjutnya, he3..
Saat bertamu ke kos temanQ, tiba2 ibu kosnya datang kemudian menyapaQ dengan salam..lantas sebagai muslim yang baik( amien..) Q jawab pula salamnya....
Eh, besoknya temanQ cerita kalo ibu kosnya nanyain aQ, ” itu tadi temannya ya? Jawab temanQ iya bu..ibu kos bertanya lagi, ” orangnya baik ya????. ” iya bu, jawab temanQ. ” iya dah kelihatan dari wajahnya...tambah ibu kos” sontak wajahQ jadi merah merona bak disiram sirup apel he3...
Emang kalo orang baik, kelihatannya baik....melulu, sesuai dengan amal dan perbuatannya...he3...!
Yaps, itu tadi sedikit kejadian dari banyak lagi kejadian2 aneh yang sering aQ alami.
Q sendiri juga kadang bertanya dalam hati, apa benar yang dikatakn temanQ tadi??!. Wallahu’alam bisshowab....!
Silahkan anda menilai sendiri...!
Semoga bermanfaat n jadi referensi bagi orang2 yang sudah atau baru ingin kenal dengan Q.
Sukron katsir....!
MAAF....

Hati bisa berkata bohong
Namun nurani tak bisa dipungkiri
Tatkala rasa itu telah hilang dan sirna
Bibir ini tak kuasa menahan kepergiannya
Kebersamaan menjadi sebuah perpisahan
Persahabatan seakan hilang tak berbekas
Bahkan tak mampu mengingat memori-memori indah
Indah walau telah musnah
Rajutan jaring cerita, robek diterjang ombak amarah
Memuncak bak tsunami yang menggelora
Melibas kepingan kisah tak bermuara
Hulu di seberang tak sampai menghujam anak panah
Penyesalan menjadi niscaya
Angin lalu lantas pilu mengharu biru
Canda tawa tak lagi terdengar
Sorak burung mengalunkan lagu sendu....
Maaf....
Kata terkahir yang pantas terucap
Tatkala pintu kebersamaan telah tertutup rapat
dan salam sapa tak lagi terbalas
Maaf....sekali lagi Maaf....
Selasa, 06 Oktober 2009
KiCauan MimPi
Sebuah harapan memang tak selalu berujung pada sebuah keberhasilan, setidaknya hal itu yang pernah kualami dalam perjalanan asmaraku. Tak ku pungkiri kegagalan pernah menghampiriku dalam kisah yang amat menyimpan misteri itu. Sebuah keputusan yang memang sudah kuperhitungkan baik buruknya bagiku dan juga perjalanan kisah indah yang telah lama kutanam. Namun apa daya keyakinan yang telah berdiri kokoh dalam naskah indah ternyata harus roboh diterjang gulungan ombak yang mendayu.
Gulungan ombak yang terlihat indah itu tak kuasa kutahan, kokohnya keyakinan ku tak pelak roboh dengan perlahan namun pasti. Walau masih terlihat bekas-bekas keyakinan itu, namun bayangan gulungan ombak serasa menghantuiku untuk melangkah dalam kisah indah yang tak ku ketahui ujungnya.
Sejuta harapan seolah sirna di tengah jalan. Tak kusadari perjalanan waktu yang memabukkanku serasa berlari menjauh dariku. Hilang semua mimpi manis berganti dengan kenangan yang masih tersimpan dan terbungkus rapi dalam ingatan. Walau kadang sakit namun tetap kupaksa keyakinanku untuk berdiri kembali dan mencoba melangkah sembari berusaha berlari mengejar berjuta harapan yang pernah pupus di tengah jalan.
Suara itu masih terngiang dalam ingatan dan telingaku seolah tak mau pergi meninggalkan rapuhnya jiwa kosong ini. Berkali ku coba memalingkan wajah dan langkah ini. Namun suara kecil itu terus berkata dan menarikku dalam kisah itu. Aku bingung mencari landasan walau disekelilingku ku lihat itu. Berat langkah ini , hilang semua arah yang ingin kutuju, dan berbalik semua angin yang mengajakku berlari serta meninggalkan kebodohan yang terbingkai dengan rapi.
Hujan , gerimis, serta angin yang kian kencang tak kuasa membendung suara-suara itu. Seperti sebuah badai yang ingin menghancurkan semua yang menghalanginya. Tak terkecuali diriku yang sedang rapuh karenanya. Kucoba bersabar walau tak pernah kurasa itu kan berhasil menahan dinding-dinding keyakinan yang hamper roboh. Terkadang datang sebuah ilusi yang mencoba melawan suara –suara itu. Nyanyian merdu seolah ingin mengusir suara- suara yang mengusik hati. Kian merdu nyanyian itu makin keras pula suara itu menggelayuti perasaan yang tersiksa.
Hujan hampir reda , namun angin tetap berhembus dengan kencang seolah tak mau peduli dengan waktu yang terus bergulir. Kulihat dengan samar cahaya yang tak pernah kulihat sebelumnya. Tersentak hati karnanya, serasa harapan yang hilang telah kembali menyapa. Kucoba tuk mendekat agar jelas tampak rupanya. Sekan tahu akan hal itu, menghindar tertutup kabut yang menertawakan aku. Kabut hitam yang mencoba menghalangiku melihatnya lebih jelas. Langkah kaki ini serasa ringan bak seribu kaki yang menemaniku mengejarnya. Namun dia hanya melambaikan secercah sinarnya pada wajahku sambil tersenyum manis. Seakan berjanji kan kembali setelah hujan benar-benar reda. Dan kusanggupi dengan senyum yang kuanggap sebagai jawaban atas penantianku untuknya. Untuknya yang selalu kunanti tuk mengisi kekosongan hati ini.
Semoga dia kan sudi mengahampiriku walau hanya dalam sebuah mimpi yang tak berujung pada kenyataan. Kenyataan yang memang amat kuharapkan dibalik sebuah harapan yang kuandaikan sebelumnya.
Wahai cahayaku… sinarilah kembali jiwa ini.
PPL, Sejuta Kenangan Bersama Kalian
Perpisahan, tangis, kesedihan , dan lambaian tangan mengiringi kepergianQ dari tempat yang tak kan pernah Q lupa…tempat dimana Q dapatkan banyak ilmu, pengalaman, sahabat kecil, dan masih banyak lagi…Turen sebuah kecamatan yang telah membuatQ menangis kembali kala harus meninggalkan sejuta cerita dan kenangan indah tak pernah terlupa dari tempat lahirnya bibit2 penerus bangsa bernamakan MTsN Turen…
2 bulan waktu yang awalnya akan terasa lama sekali ternyata berlalu begitu cepat tanpa mau terulang lagi….berat rasanya langkah ini harus meniggalkan murid2Q yang luar biasa bandel, pintar, ceria, lucu dan penuh canda tawa…
terlukis dengan indah bagaimana mereka dengan segenap naluri kekanakannya, menyambutQ dengan penuh rasa hangat ,kala menyapa mereka di setiap perjumpaan…
dan terpatri dalam retina mata ini kala wajah murung, bercampur tangis, dan lambaian tangan mengiringi saat2 terakhirQ bersama mereka….mereka yang kan selalu mengingatkanq akan indahnya sebuah kebersamaan…
Dengan berat Hati namun pasti Q harus meninggalkan semuanya….semua yang Q harap dapat menjadikanQ semakin dewasa dalam menjalani sisa2 umurQ…
Begitu juga kebersamaanQ dengan Dia…dia yang selama ini banyak menemaniQ meluapkan segala keluh kesah dalam rangkaian cerita yang terbingkai rapi dalam hati ini…kebersamaan dengan teman2 kelompokQ yang begitu luar biasa dengan segala kekurangan dan banyak kelebihan yang membuat hari2Q serasa penuh dengan warna-warni keceriaan, konflik dan juga rasa kekeluargaan yang begitu tinggi…setinggi harapanQ untuk dapat menggapai cita2 dan asa IbuQ tercinta…!!!
PPL sebuah pengalaman besar dari daerah kecil bernama TUREN
PPL sebuah kisah 15 sahabat yang bersama dalam susah dan duka menggapai mimpi indah
PPL sebuah jalan dari banyak jalan yang harus Q tempuh dalam perjalanan hidup ini
Dan PPL sebuah cerita yang kan membawaQ untuk terus mengenangmu sebagai kisah indah yang tak terlupa antara AQ, Dia, sahabatQ dan murid2Q yang begitu luar biasa…
Terima kasih semuanya…..Q kan selalu merindukan kalian…!!!




